Banjir Rendam Permukiman Warga, Walikota Serang Lakukan Modifikasi Cuaca
SERANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Serang dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir di sejumlah permukiman warga. Genangan air merendam rumah, mengganggu aktivitas harian, hingga memaksa sebagian warga membatasi mobilitas akibat akses jalan yang terputus.
Merespons kondisi tersebut, Walimota Serang, Budi Rustandi mengambil langkah cepat dengan mendatangi Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang saat ini menjadi posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah ini dilakukan untuk menekan intensitas hujan agar dampak banjir terhadap warga tidak semakin meluas.
Budi mengungkapkan, operasi modifikasi cuaca diharapkan mampu mengurangi curah hujan dalam beberapa hari ke depan sehingga genangan air di permukiman warga dapat segera surut.
“Kita ke Lanud Halim Perdanakusuma, itu posko operasi modifikasi cuaca BMKG pusat. Kalau daerah lain bayar, kita tidak. Tapi efeknya masuk ke Kota Serang,” ujar Budi, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, arah angin yang dominan berasal dari barat membuat hasil pemecahan awan melalui OMC berdampak langsung ke wilayah Kota Serang. Ia berharap, dalam dua hingga tiga hari ke depan, hujan dapat berkurang dan aktivitas warga kembali normal.
“Sekarang anginnya dari barat, jadi terbawa ke kita. Awan dipecah dari sumbernya. Kita lihat 2–3 hari ke depan untuk mengurangi curah hujan di Kota Serang,” jelasnya.
Budi menyadari, setiap hujan dengan intensitas tinggi selalu membawa kekhawatiran bagi warga Kota Serang, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah langganan banjir. Selain hujan lokal, banjir juga kerap dipicu oleh kiriman air dari Kabupaten Pandeglang dan Lebak.
Tak hanya faktor cuaca, kondisi sungai yang dangkal akibat sedimentasi turut memperparah genangan di permukiman warga. Beberapa sungai utama seperti Kali Ciwaka dan Kali Cibanten dinilai berdampak langsung terhadap kawasan padat penduduk.
“Kali Ciwaka dan Kali Cibanten itu berdampak langsung ke permukiman warga. Hulu dan hilir harus sama-sama ditangani,” tegas Budi.
Ia juga menyoroti keberadaan bangunan liar di sepanjang aliran sungai serta persoalan sampah yang menyumbat aliran air. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap ke rumah-rumah warga saat hujan deras mengguyur.
Menurut Budi, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa kesadaran masyarakat. Edukasi kepada warga menjadi bagian penting agar banjir tidak terus berulang dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Banjir ini paling dirasakan warga. Aktivitas terganggu, rumah terendam, dan ekonomi ikut terdampak. Karena itu, kita terus berikhtiar dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga sungai,” ujarnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
The post Banjir Rendam Permukiman Warga, Walikota Serang Lakukan Modifikasi Cuaca appeared first on BantenNews.co.id -Berita Banten Hari Ini.
0 Response to "Banjir Rendam Permukiman Warga, Walikota Serang Lakukan Modifikasi Cuaca"
Posting Komentar