Kerugian Capai Rp 16 M, Sindikat Pembobol Bank BUMN Disikaat Bareskrim

RMOLBanten. Sindikat pembobol bank BUMN di Palembang, Sumatera Selatan dengan kerugian mencapai Rp 16 miliar diungkap jajaran Sub Direktorat I Tindak Pidana Siber Bareskrim.

Terungkapnya kejahatan ini berawal dari adanya laporan sebuah bank BUMN di Palembang lantaran adanya anomali transaksi melalui e-commerce.

Hal itu disampaikan Kepala Unit I Siber Bareskrim Polri Kompol Ronald Sipayung kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/9).

Kami berhasil mengungkap salah satu sindikat, dari sindikat ini bank pemerintah mengalami kerugian Rp 1,3 miliar,” kata Ronald.

Dirinya menjelaskan, sindikat memanfaatkan transaksi melalui E-Commerce Kudo.

Dari situ, para pelaku yakni YA (24) dan RF (23) dengan segala kemanpuannya melakukan transaksi pembelian pulsa atau barang lainnya, akan tetapi saldo milik pelaku di e-commerce Kudo tidak berkurang justru saldo bank yang berkurang.

Pelaku dikatakan Ronald mendapatkan kemampuan membobol bank dengan cara memanipulasi transaksi secara otodidak.

Dia mencoba terus hingga akhirnya bisa,” kata Ronald.

Dari hasil kejahatanya ini, kedua pelaku membeli properti seperti rumah dan kendaraan.

Ronald menegaskan, pihaknya masih terus memburu sindikat lainnya dengan modus pembobolan bank melalui manipulasi transaksi e-commerce ini. [dzk]



from RMOLBanten.com https://ift.tt/2LKhCxI
via gqrds

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kerugian Capai Rp 16 M, Sindikat Pembobol Bank BUMN Disikaat Bareskrim"

Posting Komentar