Bisa Rusak Pemukiman, Warga Tangsel Waspada Angin Kencang
Menurut Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Tangerang, Sukasno kini awan Cumulonimbus harus benar-benar di waspadai.
"Di Wilayah kita sekarang sudah mulai banyak terbentuk awan hujan yang namanya Awan Cumulonimbus. Angin kencang merupakan salah satu fenomena ekstrem yang ditimbulkann saat pancaroba dan harus diwaspadai," ujar Sukasno, Jumat (15/11).
Terbentuknya awan hujan pada perubahan cuaca ini, berpotensi terjadi di seluruh wilayah di Tangsel.
Pancaroba atau perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan ini, sering terjadi petir dan angin kencang yang bersifat lokal
"Untuk wilayah Tangsel masa pancaroba diprakirakan sampai akhir bulan november ini. Dinamakan angin kencang karena kecepatannya di atas kecepatan rata-rata dari biasanya, kriteria angin kencang bila kecepatannya sudah mencapai lebih dari 30 knot (kurang lebih 60 km/jam). Dan jika kejadiannya di pemukiman penduduk akan bersifat merusak," jelasnya.
Sukasno mengimbau agar masyarakat menghindari pohon besar, baliho dan benda yang berpotensi roboh.
"Yang mesti diantisipasi adanya pohon besar yang tinggi apalagi yang sudah tua dan rapuh , baliho ukuran besar, dan benda lainnya yang berpotensi roboh akibat angin kencang. Ini bisa membahayakan keselamatan dan harus mewaspadainya," ungkap Sukasno. [dzk]
from RMOLBanten.com https://ift.tt/2XiopUO
via gqrds
0 Response to "Bisa Rusak Pemukiman, Warga Tangsel Waspada Angin Kencang"
Posting Komentar