Refly Harun: Pemerintahan Jokowi Terlalu Banyak Akomodasi Politik
Begitu kata ahli hukum tata negara Refly Harun, usai acara Konsolidasi Jejaring Komisi Yudisial, di Bumi Katulampa, Bogor Timur, Sabtu (23/11).
Periode kedua pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin menambah sedikitnya 7 staf khusus presiden, 12 wakil menteri dan mengangkat beberapa staf khusus di kementerian.
"Saya melihat, terlalu banyak akomodasi politik ini bisa jadi pemerintahan tidak berjalan efektif," ucap Refly.
Secara pasti, Refly tidak mengetahui pasti alasan Presiden Jokowi membutuhkan untuk memperbanyak akomodasi politik pada periode kedua.
Seharusnya, Jokowi melihat kebutuhan yang mendesak untuk memperlancar urusannya di pemerintahan.
"Pertanyaannya kan bukan soal milenialnya, pertanyaannya adalah Pak Jokowi membutuhkan apa?" tanyanya.
Seorang staf khusus, kata Refly terkait dengan keahlian.
Namun, dalam hal ini Presiden Joko Widodo seakan tengah terpukau dengan para staf khusus barunya.
"Menurut saya Presiden terlalu terpukau dengan prestasi-prestasi yang bisnis kan, CEO apa bikin bisnis apa dan sebagainya, padahal menurut saya kalau itu menjadi potensi di society tidak perlu diserap oleh negara," ujarnya.
"Karena, kalau diserap oleh negara dia akan pensiun untuk melakukan inovasi-inovasi terobosan dan dia harus mengurusi birokrasi dan ini tentu hal yang tidak mudah," pungkas Refly Harun menambahkan. [dzk]
from RMOLBanten.com https://ift.tt/2XF2F5x
via gqrds
0 Response to "Refly Harun: Pemerintahan Jokowi Terlalu Banyak Akomodasi Politik"
Posting Komentar