Pimpinan DPRD Banten Desak Pemprov Audit Gedung Milik Pemerintah Dan Swasta

RMOLBANTEN Kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Kota Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9) dini hari menyebabkan 44 orang tewas, termasuk dua warga negara asing asal Afrika Selatan dan Portugal.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Budi Prajogo mendesak Pemprov Banten untuk segera melakukan audit kelayakan gedung baik milik swasta maupun pemerintah. Audit gedung untuk menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar selalu laik fungsi.

"Selain itu juga perlu dilakukan pemeriksaan berkala untuk mengetahui keandalan seluruh atau sebagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarananya dalam tenggang waktu tertentu guna menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung," ujarnya, Kamis (9/9).

Menurut Budi, kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang masih termasuk dalam Gedung yang tidak terlalu membahayakan. Bagaimana jika kebakaran terjadi di pabrik kimia bisa dibayangkan pasti itu akan sangat mengerikan.

Apalagi, sekitar 80 persen industri kimia nasional terdapat di Kota Cilegon. Hal ini harus diperhatikan Pemprov Banten.

"Apakah khusus Kota Industri Cilegon pihak Pemprov telah mengaudit atau memeriksa kualitas gedung industri yang dapat menimbulkan dampak buruk. Padahal audit gedung dapat dikatakan hal paling urgent yang mesti dilakukan Pemprov, karena ini akan menyangkut hajat hidup orang banyak. Belum lagi ditambah dengan system pengamanan gedung apakah sesuai dengan standar keamanan atau belum. Makanya pemrov Banten perlu melakukan audit kelayakan gedung," tutupnya. [ars]

from RMOLBanten.com https://ift.tt/3nkCTCO
via gqrds

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pimpinan DPRD Banten Desak Pemprov Audit Gedung Milik Pemerintah Dan Swasta"

Posting Komentar