Jaring Bakal Cawalkot, Konvensi PDIP Tangsel Jangan Jadi Formalitas
Cara tersebut dipandang solusi memecah kebuntuan minimnya figur berkualitas yang maju dalam gelaran Pilkada. Sebaliknya, apresiasi akan berubah, jika dalam perjalanannya penjaringan yang dilakukan PDIP itu hanya formalitas semata.
Sampai, Jumat kemarin (13/9), tercatat sudah tujuh orang bakal calon walikota mengambil formulir pendaftaran ke DPC PDIP Tangsel.
Antusiasme ini merupakan angin segar bagi dunia perpolitikan Tangsel.
Pengamat politik Yohan Wahyu mengatakan, terbukanya pendaftaran bakal calon walikota dan wakilwali kota dari partai politik menjadi pintu bagi sosok-sosok baru untuk muncul meramaikan kontestasi di Tangsel.
Hal itu, membuka panggung bagi lahirnya tokoh-tokoh baru, terutama anak muda untuk tampil sebagai pemimpin.
Mereka memiliki potensi yang kadang tak dimiliki oleh mereka yang selama ini tampil dalam hiruk pikuk politik lokal. Politik Tangsel butuh kesegaran," kata Yohan, Jumat (13/9).
Menurut Yohan, terbukanya pendaftaran bakal calonwali kota dan wakilwali kota dari partai politik menjadi pintu bagi sosok-sosok baru untuk muncul meramaikan kontestasi di Tangsel.
Hal ini juga membuka panggung bagi lahirnya tokoh-tokoh baru, terutama anak muda untuk tampil sebagai pemimpin. Mereka memiliki daya inovasi, daya kreasi, dan sekaligus gagasan yang berpotensi bisa menggerakkan perubahan sebuah kota.
Saat ini potensi perubahan itu membutuhkan tiga modal, yakni muda, inovatif, dan berani. Ketiganya dibalut oleh gagasan besar terhadap perubahan itu sendiri.
Diketahui, menjelang Pilkada Tangsel 2020 sejumlah tokoh muda mulai muncul dan mencuri perhatian. Putri KH Maruf Amin Siti Nur Azizah dektahui sudah mengambi formulir dari PDIP. Pun tidak ketinggalan adik Walikota Airin Rachmi Diany, Aldrin Ramadian juga sudah mendaftar konvensi PDIP.
Tidak kertinggalan, mantan ketua DPC PDIP Tangsel Heri Gagarin ikut juga penjaringan yang dilakukan partainya itu.
Selain itu ada juga calon yang akan maju independen Suhendar dan tokoh milenial Fahd Pahdepie yang intens memperkenalkan politik gagasan di Tangsel. Ada juga aktivis muda anti korupsi Ade Irawan.
Sementara ,Gerindra Tangsel sendiri terus melobi Nur Asia Uno, istrinya Sandiaga Uno untuk mau maju di calonkan di Pilwakot Tangsel. [ars]
from RMOLBanten.com https://ift.tt/2NepQS8
via gqrds
0 Response to "Jaring Bakal Cawalkot, Konvensi PDIP Tangsel Jangan Jadi Formalitas"
Posting Komentar