Dari Sayur Besan Hingga Aduk Dodol, Cerita Masa Kecil saat Lebaran Sekda Tangsel
.jpg)
Seperti yang diutarakan Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Muhamad momen Idul Fitri di tahun 2020 sangatlah berbeda.
Ia mengatakan, jika di tahun lalu suasana malam takbiran terasa luar biasa. Di tahun ini, tak seramai seperti tahun lalu.
"Ya sangat jauh berbeda, kalau dulu walau takbiran meriah ramainya luar biasa. Kalau sekarang sunyi, tapi enak kita lebih banyak merenung makna Idul Fitri ditengah Covid-19," tutur Muhamad, Senin (25/5).
Terlebih, pemerintah sudah mengimbau untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.
"Seharusnya kita lebaran setelah salat Idul Fitri tamu pada datang, biasanya salat di Pemkot bersama masyarakat dan kepala dinas, itu sangat terasa meriahnya. Sekarang jauh berbeda, saya pun salat di rumah bersama keluarga mendadak jadi imam dan khotib," ungkapnya.
Namun, lanjut Muhamad situasi seperti ini tak melulu disesali, karena ada hikmah dibalik pandemi Covid-19.
"Kita lebih dekat dengan keluarga sekarang, saya sama istri biasanya salat Idul Fitri di Pemkot, anak saya ada yang ikut, ada yang enggak. Kalau sekarang dari mulai takbiran sampai lebaran betul-betul dekat sama keluarga, ada hikmahnya," jelas Muhamad.
Muhamad juga memanfaatkan salah satu aplikasi untuk video call sekedar bersilahturahmi dengan keluarga besarnya.
"Kadang sebelum lebaran sering ketemu, sekarang ya kita maklumi saja. Biasanya ketemu di makam orang tua saya kumpul disana, kalau sekarang telfon video call saja karena keluarga besar saya enggak jauh," ucapnya.
Momen lebaran juga tak lepas dari makanan khas yang disajikan. Muhamad sebagai suku Betawi dan putra daerah Tangsel, harus mewajibkan 'Sayur Besan' sebagai pendamping ketupat.
Tapi, sayur besan khas Betawi yang diinginkannya hanya sayur besar buatan sang istri tercinta.
"Makanan kalau saya, makanan tradisional sejak kecil, makan sayur besan kalau orang Betawi, biasa aja standar juga ada opor, ketupat. Kalau enggak ada sayur besan kurang afdol, ciri khasnya sejak kecil. Orang tua saya kalau lebaran sudah nyiapin juga ikan asin sama ikan gabus yang digantung," katanya.
Bahkan, Muhamad mempunyai momen tak terlupakan menyambut Idul Fitri yakni membuat dodol dan mengaduknya sendiri.
"Dodol juga kalau dulu di kampung saya Pondok Ranji, saya bikin sendiri, seminggu sebelum lebaran ngaduk sendiri, karena kalau enggak ada dodol kurang puas lebaran," tutup Muhamad. [ars]
from RMOLBanten.com https://ift.tt/3cZDn9a
via gqrds
0 Response to "Dari Sayur Besan Hingga Aduk Dodol, Cerita Masa Kecil saat Lebaran Sekda Tangsel"
Posting Komentar