Bupati Serang Akui Layanan Bedah di RSDP Masih Kewalahan

KAB. SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meresmikan gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan Central Sterile Supply Department (CSSD) di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP), Rabu (20/5/2026). Penambahan fasilitas itu dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan operasi di rumah sakit milik Pemkab Serang tersebut.

Zakiyah mengatakan, enam kamar operasi baru di RSDP bahkan sudah mulai digunakan sekitar dua pekan sebelum diresmikan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, lanjut Zakiyah, menargetkan layanan bedah bisa berjalan lebih maksimal karena jumlah pasien terus meningkat.

“Kebutuhan pelayanan bedah memang tinggi. Makanya hari ini ada enam kamar operasi yang kita resmikan dan sudah beroperasi sekitar dua mingguan,” katanya.

Meski demikian, Zakiyah mengakui kapasitas ruang operasi di RSDP masih jauh dari cukup. Berdasarkan masukan dokter senior di rumah sakit itu, permintaan layanan bedah mencapai sekitar 523 tindakan operasi setiap bulan.

Sementara saat ini, RSDP baru memiliki enam ruang operasi aktif. Kondisi itu membuat antrean tindakan medis masih tinggi.

“Permintaan operasi bedah dalam satu bulan sekitar 523. Sementara ruang operasi yang kita miliki baru enam, jadi memang masih kurang,” ujarnya.

Zakiyah juga mengungkapkan, Pemkab Serang telah mengajukan sejumlah proposal bantuan ke Kementerian Kesehatan. Proposal itu meliputi pengadaan alat kesehatan ruang bedah, revitalisasi gedung rumah sakit, penambahan tenaga kesehatan, hingga pembangunan poli eksekutif.

Menurutnya, lonjakan jumlah pasien membuat kebutuhan layanan dan sumber daya manusia kesehatan di RSDP semakin mendesak.

“Kami sudah bertemu Menteri Kesehatan dan menyampaikan kebutuhan alat kesehatan, revitalisasi gedung, penambahan SDM kesehatan, sampai rencana poli eksekutif. Tapi sampai sekarang belum ada informasi program apa yang akan direalisasikan untuk Kabupaten Serang,” ucapnya.

Pemkab Serang berharap penambahan fasilitas bedah di RSDP dapat mengurangi antrean pasien operasi sekaligus meningkatkan layanan kesehatan rujukan di Kabupaten Serang.

Sementara, Direktur RSDP Serang Rahmat Setiadi mengatakan, penambahan ruang operasi dilakukan karena tingginya kebutuhan layanan bedah di rumah sakit tersebut.

“Sebelumnya hanya ada lima ruang operasi, sekarang menjadi enam ruangan. Gedung ini sebenarnya dirancang hingga 12 ruang operasi, tetapi yang baru selesai saat ini dua lantai, yaitu lantai empat dan lima,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh fasilitas ruang operasi baru telah memenuhi standar Kementerian Kesehatan, mulai dari sistem sterilisasi, ruang anestesi, lampu operasi, hingga peralatan medis pendukung lainnya.

Menurut Rahmat, jumlah tindakan operasi di RSDP Serang mencapai sekitar 523 pasien setiap bulan. Tingginya angka tersebut membuat antrean operasi di beberapa layanan cukup panjang.

“Untuk bedah mulut misalnya, antreannya bisa sampai satu bulan. Dengan adanya tambahan ruang operasi ini, pelayanan diharapkan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, RSDP Serang tidak hanya melayani pasien asal Kabupaten Serang, tetapi juga menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat dari Kabupaten Pandeglang, Lebak, Kota Cilegon, hingga Kota Serang.

Selain menambah ruang operasi, gedung IBS lama nantinya akan dialihfungsikan menjadi ICU sentral guna meningkatkan kapasitas ruang perawatan intensif.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah

The post Bupati Serang Akui Layanan Bedah di RSDP Masih Kewalahan appeared first on BantenNews.co.id -Berita Banten Hari Ini.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bupati Serang Akui Layanan Bedah di RSDP Masih Kewalahan"

Posting Komentar