Kepala BNPB: Simulasi Bencana Di Banten Belum Menyasar Masyarakat
Hal itu berdasarkan hasil pantauan dan wawancara langsung Kepala BNPB kepada beberapa masyarakat di daerah yang terdampak bencana gempa di kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, pada jumat (3/8).
"Tadi pagi, saya bertanya kepada beberapa masyarakat apakah pernah mengikuti pelatihan simulasi, dari semua yang saya tanya tidak ada satu pun yang pernah mengikuti pelatihan simulasi. Mereka hanya mengatakan biasanya pelatihan itu diikuti oleh lima orang saja," katanya.
Doni menjelaskan, pelatihan simulasi gempa yang saat ini digelar oleh pemerintah baru menjangkau aparatur di provinsi Banten.
Padahal menurutnya, pelatihan simulasi seharusnya juga diikuti oleh setiap keluarga di Provinsi Banten.
"Kedepan BNPB perlu menyusun sebuah konsep tentang simulasi yang harus melibatkan keluarga. Jadi tidak cukup latihan pada tingkat aparat saja, tetapi semua keluarga harus ikut latihan simulasi. Supaya setiap keluarga tahu jika terjadi gempa apa yang harus dilakukan," bebernya..
Doni menjelaskan, secara geografis banten berada di selatan pulau Jawa yang mempunyai potensi gempa yang tinggi. Apalagi dengan adanya laporan hasil riset dari berbagai peneliti dan pakar yang mengkhawatirkan akan potensi-potensi yang akan terjadi di Selatan pulau jawa
"Apa yang kita hadapi hari ini adalah, bahwa potensi-potensi gempa di Banten selatan itu bukan hoax, para peniliti dan periset dan pakar yang pernah menyampaikan tentang potensi ini. Oleh karenanya, potensi-potensi harus kita amati terus dan harus dilakukan berbagai langkah. Agar masyarakat yang hidup disekitar wilayah selatan pulau jawa, baik itu jawa timur, jogjakarta, jawa barat dan banten harus selalu siap," imbuhnya. [ars]
from RMOLBanten.com https://ift.tt/2yLNQmp
via gqrds
0 Response to "Kepala BNPB: Simulasi Bencana Di Banten Belum Menyasar Masyarakat"
Posting Komentar