Dukungan ke LGBT Picu Protes Masyarakat, Begini Jawaban Unilever Indonesia

Unilever, dalam upaya mendukung kampanye tersebut, Perusahaan yang berbasis di Belanda ini bahkan sudah menandatangani deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Business untuk menunjukkan bahwa Unilever dengan inklusi LGBTQI+ serta meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini.
Stonewall adalah lembaga amal untuk kaum LGBT.
"Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua membuat kita lebih baik,â tulis Unilever dalam unggahannya.
Dukungan perusahaan multinasional terhadap kaum LGBTQ tersebut turut menarik perhatian dari warganet yang berasal dari Indonesia.
Kebanyakan mereka âmenyerangâ akun Instagram Unilever dan mengancam boikot produk tersebut.
"Boikot Unilever Product,â tulis akun yogiesetya dalam kolom komentar.
"saya sangat kecewa,â ujar imfrancescoerik.
Menanggapi itu, Governance and Corporate Affairs Director Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso menjelaskan Unilever beroperasi di lebih dari 180 negara dengan budaya yang berbeda.
"Secara global dan di Indonesia, Unilever percaya pada keberagaman dan lingkungan yang inklusif,â katanya dalam siaran persnya, Kamis (25/6).
"Kami telah berada di Indonesia selama 86 tahun, dan kami selalu menghormati dan memahami budaya, norma dan nilai-nilai setempat. Oleh karena itu, kami akan selalu bertindak dan menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan budaya, norma dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia,â terang Sancoyo menjelaskan.
Unilever yang berdiri sejak 5 Desember 1933 adalah salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang sangat terkenal di Indonesia.
Produk-produk mereka seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wallâs, Royco, Bango, dan lain-lain menjadi produk yang sangat dikenal di Indonesia. [ars]
from RMOLBanten.com https://ift.tt/2BHTZ7w
via gqrds
0 Response to "Dukungan ke LGBT Picu Protes Masyarakat, Begini Jawaban Unilever Indonesia"
Posting Komentar