Dukungan ke LGBT Picu Protes Masyarakat, Begini Jawaban Unilever Indonesia

RMOLBANTEN. Atas dukungan terhadap gerakan Lesbian Gay Biseksual Transgender Queer (LGBTQ+) dari Unilever dan diposting akun Instagramnya pada 19 Juni lalu. Perusahaan ini mendapat banyak cibiran.

Unilever, dalam upaya mendukung kampanye tersebut, Perusahaan yang berbasis di Belanda ini bahkan sudah menandatangani deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Business untuk menunjukkan bahwa Unilever dengan inklusi LGBTQI+ serta meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini.

Stonewall adalah lembaga amal untuk kaum LGBT.

"Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua membuat kita lebih baik,” tulis Unilever dalam unggahannya.

Dukungan perusahaan multinasional terhadap kaum LGBTQ tersebut turut menarik perhatian dari warganet yang berasal dari Indonesia.

Kebanyakan mereka ‘menyerang’ akun Instagram Unilever dan mengancam boikot produk tersebut.

"Boikot Unilever Product,” tulis akun yogiesetya dalam kolom komentar.

"saya sangat kecewa,” ujar imfrancescoerik.

Menanggapi itu, Governance and Corporate Affairs Director Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso menjelaskan Unilever beroperasi di lebih dari 180 negara dengan budaya yang berbeda.

"Secara global dan di Indonesia, Unilever percaya pada keberagaman dan lingkungan yang inklusif,” katanya dalam siaran persnya, Kamis (25/6).

"Kami telah berada di Indonesia selama 86 tahun, dan kami selalu menghormati dan memahami budaya, norma dan nilai-nilai setempat. Oleh karena itu, kami akan selalu bertindak dan menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan budaya, norma dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia,” terang Sancoyo menjelaskan.

Unilever yang berdiri sejak 5 Desember 1933 adalah salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang sangat terkenal di Indonesia.

Produk-produk mereka seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wall’s, Royco, Bango, dan lain-lain menjadi produk yang sangat dikenal di Indonesia. [ars]
Lihat postingan ini di Instagram

We’re committed to making our LGBTQI+ colleagues as proud of us as we are of them. That’s why we’re taking action this Pride month by: 🌈 Signing the Declaration of Amsterdam to ensure everyone in Unilever has access to a truly inclusive workplace. 🌈 Joining Open for Business to show we mean business on LGBTQI+ inclusion as part of a global coalition. 🌈 Asking Stonewall to audit our policies and benchmark how we’re progressing on our actions. These initiatives are just the beginning. Our diversity as people is what makes us stronger. Inclusion for all is what will make us better. #Pride #PrideMonth #LGBT #LoveIsLove #UniquelyUnilever

Sebuah kiriman dibagikan oleh Unilever Global #StaySafe (@unilever) pada





from RMOLBanten.com https://ift.tt/2BHTZ7w
via gqrds

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dukungan ke LGBT Picu Protes Masyarakat, Begini Jawaban Unilever Indonesia"

Posting Komentar