Natalius Pigai: Penutupan Internet Itu Bentuk Kepanikan Pemerintah

RMOLBANTEN. Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai berpendapat, diputus bersalahnya Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dapat diartikan pemerintah secara sadar dan sengaja menutupi kejahatan di Papua yang berlangung secara masif dan terstruktur.

Diketahui, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memutuskan Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate bersalah atas kebijakan memutus internet di Papua.

Jokowi dan Menkominfo terbukti melakukan perbuatan melawan hukum terkait pemblokiran atau pelambatan koneksi internet di Papua pada 2019.

"Penutupuan akses internet itu (juga) bentuk kepanikan pemerintah menghadapi gelombang demontrasi di Papua yang mana aktor-aktornya adalah rata-rata buzzer yang disiapkan dan dikendalikan pemerintah,” terang Pigai, Rabu (3/6).

Menutup akses internet di bumi Cendrawasih, kata Pigai, pemerintahan Jokowi dinilai takut jika Informasi tentang berbagai kejahatan negara (state terorisme) di Papua terbongkar keluar melalui media elektronik dan diketahui publik Internasional.

"Jakarta lebih menyukai Papua jadi daerah tragedi,” demikian Pigai dilansir Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]



from RMOLBanten.com https://ift.tt/2Xx23As
via gqrds

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Natalius Pigai: Penutupan Internet Itu Bentuk Kepanikan Pemerintah"

Posting Komentar