Unit P2TP2A Tangsel: Anak Korban Kekerasan Ibu Tiri Di Pamulang Alami Trauma

Hal itu disampaikan Kepala UPTD Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tangsel, Tri Purwanto usai menyambangi kediaman ibu kandung korban di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (29/7).
"Kita ke sana terkait dari tupoksi kita untuk memberikan pelayanan baik layanan (pendampingan) hukum dan layanan konselingnya. Dan,korban banyak berdiam diri dan ketakutan," kata Tri saat dikonfirmasi, Kamis (29/7).
Lanjut Tri, pihaknya juga belum bisa memastikan motif apa yang menjadi dasar bapak kandung dan ibu tiri korban menganiaya W.
Dikarenakan, kondisi W yang masih ketakutan jika bertemu orang tidak dikenal dan lebih banyak berdiam diri.
"Korban masih trauma belum menceritakan semua dan motif pelaku terhadap dirinya," ujarnya.
Pihaknya juga, segera menjadwalkan pelayanan konseling psikolog untuk korban yang rencananya akan dilakukan esok hari.
"Melihat tadi keadaan korban memang membutuh pelayanan konseling psikolognya, yang mana sudah kita jadwal kan besok untuk itu. Selanjutnya untuk proses hukumnya akan kita dampingi," ungkap Tri.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Tangsel, Khairati merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa W.
Dan, akan mendampingi korban untuk konseling psikolog. Terlebih, korban mengalami trauma psikis hebat.
"Ya, kami cukup prihatin dengan kejadian tersebut. Untuk hukum sudah ditangani Polres Tangsel. Langkah awal kita akan mendampingi korban untuk konseling psikologinya karena adanya trauma psikis karena kekerasan yang diderita si anak. Dan pendampingan ke tenaga medis untuk keluhan kesehatan akibat trauma fisik yang dialaminya. Semoga kasusnya bisa tertangani secara komprehensif," tandas Khairati.
Sebelumnya diberitakan, laporan penganiayaan anak berinisial W sudah tercatat dalam laporan polisi TBL/B/948/VII/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA.
Wahyudi selaku pihak keluarga korban, menerangkan kejadian kekerasan tersebut terjadi pada Senin (26/7).
Dimana, korban sedang berada di rumah paman yang berlokasi di Pondok Benda Salak 3, Pamulang, Tangsel.
"Jadi, posisi waktu itu si W sebagai korban sedang main di rumah uwa nya. Tiba-tiba di panggil oleh ayah kandungnya dan tidak tau apa-apa si W di ajak lah masuk ke dalam rumah sambil di marah-marahin," ungkap Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu (28/7).
Menurut Wahyudi, W yang kerap mendapat kekerasan dari bapak kandung dan ibu tiri sudah menebak akan mengalami kejadian serupa.
"Si W dipaksa masuk ternyata benar si W langsung di pukul berkali-kali dan lebih parah nya ibu tiri nya si W ikut juga menjambak si W. Sampai luka memar dibeberapa bagian wajah," tuturnya. [ars]
from RMOLBanten.com https://ift.tt/3f9ykGy
via gqrds
0 Response to "Unit P2TP2A Tangsel: Anak Korban Kekerasan Ibu Tiri Di Pamulang Alami Trauma"
Posting Komentar