RSUD Banten Anggarkan Rp36,6 Miliar untuk Ambulans Klinik Berbasis Telemedicine

SERANG – RSUD Banten berencana mengadakan delapan unit ambulans klinik dengan total anggaran mencapai Rp36.668.000.000. Pengadaan tersebut bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Rencana pengadaan itu tercantum dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Pemerintah Provinsi Banten. Paket pengadaan tersebut terbagi menjadi dua, yakni Belanja Kendaraan Ambulance Klinik Paket A dan Belanja Kendaraan Ambulance Klinik Paket B.

Paket A memiliki pagu anggaran sebesar Rp18.952.000.000, sedangkan Paket B sebesar Rp17.716.000.000. Masing-masing paket dialokasikan untuk pengadaan empat unit ambulans klinik. Jadwal pemilihan penyedia, pelaksanaan kontrak, hingga pemanfaatan kendaraan direncanakan berlangsung pada Maret 2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan ambulans konvensional, melainkan mobile clinic berbasis telemedicine sebagai bagian dari inovasi layanan kesehatan Pemerintah Provinsi Banten.

“Namanya bukan ambulans. Pengadaan ini adalah mobile clinic berbasis telemedicine, inovasi Pemerintah Provinsi Banten di bidang kesehatan dalam rangka mewujudkan Banten Sehat. Isinya bukan sekadar ambulans,” kata Ati saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, kendaraan tersebut dirancang sebagai klinik berjalan untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas. Di dalamnya akan dilengkapi berbagai alat medis, seperti ventilator, ultrasonografi (USG), serta rontgen portabel yang hasilnya dapat langsung dibaca dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, tersedia pula Elektrokardiogram (EKG) dan mini laboratorium sederhana untuk pemeriksaan penyakit tidak menular.

“Semua alat itu terintegrasi dengan sistem telemedicine yang tersambung langsung ke provider utama, yakni RSUD Banten,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, dokter umum yang bertugas di lapangan dapat berkonsultasi secara real time dengan dokter spesialis di RSUD Banten saat menangani pasien yang membutuhkan rujukan medis lanjutan.

Ati membenarkan, terdapat dua tipe kendaraan yang akan diadakan, yakni tipe besar dan tipe kecil. Tipe kecil dirancang untuk menjangkau daerah pelosok dengan kondisi jalan sempit atau sulit diakses. Meski berbeda ukuran, kelengkapan alat medis di kedua tipe kendaraan tersebut dipastikan sama.

Ia juga menegaskan bahwa harga per unit kendaraan tidak mencapai Rp4 miliar.

“Enggak sampai (Rp4 miliar),” ucapnya.

Menurut Ati, konsep mobile clinic sebenarnya bukan hal baru di Provinsi Banten. Sebelumnya, Dinas Kesehatan telah memiliki satu unit mobile clinic yang kemudian ditingkatkan kapasitasnya dengan penambahan peralatan medis.

Ke depan, armada mobile clinic ini akan dioperasikan secara bergilir. Dinas Kesehatan Provinsi Banten akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk menentukan lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh puskesmas maupun puskesmas pembantu.

“Iya, gantian. Jadi nanti kita dengan dinas kesehatan kabupaten/kota menentukan wilayah mana yang sulit dijangkau masyarakat. Di situlah kita hadir, keliling terus,” katanya.

“Jadi jangan melihatnya seperti ambulans biasa,” imbuhnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo

The post RSUD Banten Anggarkan Rp36,6 Miliar untuk Ambulans Klinik Berbasis Telemedicine appeared first on BantenNews.co.id -Berita Banten Hari Ini.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RSUD Banten Anggarkan Rp36,6 Miliar untuk Ambulans Klinik Berbasis Telemedicine"

Posting Komentar