RSUD Banten Diminta Tak Tolak Warga Tak Mampu, Sekda: Jangan Tanya Dulu Bayarnya Pakai Apa
SERANG – Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, menegaskan bahwa rumah sakit milik pemerintah daerah tidak boleh menolak warga kurang mampu yang membutuhkan pelayanan medis.
Ia meminta agar rumah sakit, khususnya RSUD Banten, mengutamakan pelayanan kepada pasien terlebih dahulu sebelum mengurus persoalan administrasi. Menurutnya, rumah sakit merupakan institusi publik yang paling diandalkan masyarakat dalam kondisi darurat.
“Tolong berikan pelayanan yang terbaik. Jangan nanya dulu bayarnya pakai apa, masuk BPJS atau tidak, punya asuransi atau tidak. Pokoknya layani dulu, administrasi menyusul,” kata Deden saat kunjungan ke RSUD Banten, Rabu (18/2/2026).
Deden menegaskan bahwa setiap orang yang datang ke rumah sakit pasti sedang membutuhkan pertolongan. Karena itu, tenaga medis dan pegawai rumah sakit diminta tidak mempersulit pasien dengan pertanyaan administratif di awal kedatangan.
Ia menekankan bahwa pertolongan pertama wajib diberikan kepada pasien, sementara urusan administrasi dapat diselesaikan setelah kondisi pasien tertangani.
“Orang datang ke sini kan pasti butuh pertolongan. Maka utamakan pelayanan pertama untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain pelayanan medis, Deden juga menyoroti pentingnya kenyamanan pasien dan keluarga. Menurutnya, peningkatan layanan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti keramahan petugas.
“Yang bisa meningkatkan kenyamanan masyarakat itu pertama adalah senyum. Orang lagi sakit, melihat wajah cemberut bisa tambah sakit. Yang mengantar juga bisa jadi panik,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kebersihan lingkungan rumah sakit. Fasilitas seperti toilet dan ruang tunggu harus dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan bau yang mengganggu kenyamanan pasien.
“Kalau orang mau berobat tapi kondisi toiletnya sampai tercium ke ruang tunggu atau IGD, tentu tidak bikin nyaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deden menyarankan agar suasana ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang tunggu dibuat lebih ramah, misalnya dengan penambahan tanaman atau elemen dekoratif agar tidak terkesan kaku.
Ia mencontohkan suasana rumah sakit swasta di Jakarta yang kini didesain lebih santai dan nyaman, bahkan menyerupai kafe.
“Ngobrol dengan dokter saat konsultasi itu seperti di kafe. Itu upaya membuat masyarakat nyaman dan sejenak melupakan penderitaannya. Sugesti itu penting,” tuturnya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo
The post RSUD Banten Diminta Tak Tolak Warga Tak Mampu, Sekda: Jangan Tanya Dulu Bayarnya Pakai Apa appeared first on BantenNews.co.id -Berita Banten Hari Ini.
0 Response to "RSUD Banten Diminta Tak Tolak Warga Tak Mampu, Sekda: Jangan Tanya Dulu Bayarnya Pakai Apa"
Posting Komentar