34 Desa di 14 Kecamatan Kabupaten Serang Terdampak Banjir dan Longsor, 10.892 Jiwa Terkena Dampak
KAB. SERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 34 desa di 14 kecamatan terdampak banjir dan longsor akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 6 hingga 10 Maret 2026.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang memicu berbagai bencana, mulai dari banjir, pergerakan tanah, hingga pohon tumbang di sejumlah wilayah Kabupaten Serang.
BPBD Kabupaten Serang mencatat 3.652 kepala keluarga (KK) atau 10.892 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut terdapat 357 lansia, 247 balita, dan 283 anak-anak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan banjir menjadi bencana yang paling luas dampaknya.
“Genangan melanda sejumlah wilayah seperti Bojonegara, Ciruas, Kramatwatu, Kibin, Tanara, Pontang hingga Cikande. Sebanyak 3.259 rumah warga terdampak banjir,” kata Ajat, Selasa (10/3/2026).
Selain rumah warga, genangan juga merendam sejumlah fasilitas umum, di antaranya Masjid Al Amin, Masjid Kampung Beji, serta SDN 1 Tonjong. Banjir juga sempat mengganggu akses jalan di beberapa wilayah terdampak.
BPBD juga mencatat pergerakan tanah terjadi di Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, serta Desa Margatani, Kecamatan Kramatwatu. Peristiwa tersebut merusak satu unit rumah dan mengancam satu bangunan lainnya.
Sementara itu, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Desa Mangkunegara, Kecamatan Bojonegara, yang sempat menghambat akses jalan warga.
“BPBD Kabupaten Serang langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pemantauan, serta pendistribusian logistik, terutama di wilayah yang terdampak cukup parah seperti Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang,” jelas Ajat.
Ia menambahkan, kondisi terkini menunjukkan sebagian wilayah masih tergenang dengan ketinggian air 10 hingga 60 sentimeter. Genangan masih terjadi di beberapa titik seperti Ciruas, Tanara, Binuang, Kibin, hingga Pontang.
Di Kecamatan Pontang, sebagian warga sempat mengungsi di Masjid Al-Jihad pada malam hari. Namun pada siang hari mereka kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa genangan.
“Untuk tingkat ancaman bencana masih berada pada kategori sedang hingga tinggi, mengingat potensi hujan dan luapan sungai masih dapat terjadi,” ujarnya.
Saat ini, tim BPBD masih terus melakukan pengumpulan data, pemantauan wilayah terdampak, serta penyaluran bantuan logistik.
Ajat mengungkapkan sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi terdampak, antara lain perahu karet, alat penyedot air (alkon), makanan siap saji, obat-obatan, selimut, family kit, serta perlengkapan bayi.
BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai dan daerah rawan banjir agar meningkatkan kewaspadaan serta bersiap melakukan evakuasi apabila ketinggian air terus meningkat.
Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor: Usman Temposo
The post 34 Desa di 14 Kecamatan Kabupaten Serang Terdampak Banjir dan Longsor, 10.892 Jiwa Terkena Dampak appeared first on BantenNews.co.id -Berita Banten Hari Ini.
0 Response to "34 Desa di 14 Kecamatan Kabupaten Serang Terdampak Banjir dan Longsor, 10.892 Jiwa Terkena Dampak"
Posting Komentar