Bakmi Ichen, Racikan Mi Homemade dan Ayam Kampung Rebus yang Jadi Buruan Warga Tangerang
TANGERANG – Pagi di kawasan Metland Puri, Cipondoh, Kota Tangerang, belum sepenuhnya sibuk. Jalanan masih lengang, udara terasa sejuk, dan deretan ruko perlahan mulai membuka aktivitasnya. Namun di satu sudut Jalan Puri Utama, Kelurahan Petir, antrean sudah tampak mengular di depan sebuah kedai sederhana bernama Bakmi Ichen.
Dari dapur kecil di bagian belakang kedai, aroma kaldu hangat dan mi rebus yang baru diangkat mengepul ke udara. Sesekali terdengar bunyi saringan mi yang diangkat dari air mendidih, disusul pelayan yang sibuk mengantar mangkuk-mangkuk bakmi ke meja pelanggan.
Bakmi Ichen memang belakangan menjadi salah satu destinasi kuliner yang ramai dibicarakan pencinta bakmi di Kota Tangerang. Meski baru membuka warung bakmi pada Oktober 2025, usaha tersebut sebenarnya sudah lebih dulu dikenal sebagai penjual mi mentah homemade sejak 2019.
Pemilik Bakmi Ichen, Yustin Kartika Sari, mengatakan seluruh mi yang disajikan dibuat sendiri setiap hari. Pelanggan bisa memilih dua jenis tekstur mi, yakni mi halus dan mi karet.
Namun di antara keduanya, mi halus menjadi menu yang paling banyak diburu pelanggan.
“Kalau menu favorit kita itu di mi halusnya,” ujar Yustin saat ditemui di kedainya.
Tekstur mi yang lembut berpadu dengan topping ayam kampung rebus menjadi ciri khas utama Bakmi Ichen. Berbeda dengan bakmi kebanyakan yang menggunakan ayam kecap atau ayam minyak, di sini ayam disajikan dengan konsep rebus-rebusan yang terasa lebih ringan.
Menurut Yustin, kebutuhan ayam kampung di kedainya bisa mencapai 80 hingga 100 ekor per hari saat ramai pengunjung, terutama akhir pekan.
“Untuk ayam sendiri, kita bisa rebus 80 sampai 100 ekor setiap hari kalau lagi ramai,” katanya.
Tak hanya menyediakan bakmi, kedai ini juga menawarkan pilihan kwetiau dan bihun. Pelanggan dapat menambah berbagai topping seperti ati ampela, telur muda, hingga pangsit rebus.
Seluruh menu mempertahankan konsep rebusan yang menjadi identitas Bakmi Ichen. Selain menghadirkan rasa gurih yang khas, konsep tersebut juga dianggap lebih natural dan nyaman dinikmati berbagai kalangan.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Satu porsi bakmi dibanderol mulai Rp25 ribu untuk ukuran setengah, sementara porsi jumbo berada di kisaran Rp40 ribuan. Tambahan topping juga cukup ramah di kantong, mulai Rp5 ribu.
Meski hanya buka dari pukul 06.00 hingga 14.00 WIB setiap hari, kedai ini nyaris tak pernah sepi pelanggan. Banyak pengunjung datang sejak pagi demi menghindari antrean yang semakin panjang menjelang siang.
Selain melayani makan di tempat, Bakmi Ichen juga menerima pesanan takeaway dan online delivery yang kini semakin ramai digunakan pelanggan.
“Respons pelanggan bagus. Banyak yang repeat order dan banyak juga pelanggan baru yang datang buat coba,” tambah Yustin.
Di tengah menjamurnya tempat makan modern dan kuliner viral, Bakmi Ichen justru hadir dengan konsep sederhana: mi homemade, kuah hangat, dan topping ayam kampung rebus yang konsisten menjaga cita rasa. Dari kedai sederhana di Cipondoh itu, semangkuk bakmi perlahan berhasil menarik perhatian warga Kota Tangerang.
Tim Redaksi
The post Bakmi Ichen, Racikan Mi Homemade dan Ayam Kampung Rebus yang Jadi Buruan Warga Tangerang appeared first on BantenNews.co.id -Berita Banten Hari Ini.
0 Response to "Bakmi Ichen, Racikan Mi Homemade dan Ayam Kampung Rebus yang Jadi Buruan Warga Tangerang"
Posting Komentar