GARBI Tantang Cawalkot Tangsel Atasi Angka Pengangguran Usia Produktif

RMOLBanten. Pemilihan Umum Walikota Tangerang Selatan dan Wakilnya yang akan digelar pada 2020 mendatang, mulai mencuri perhatian berbagai kalangan, khususnya masyarakat kota Tangerang Selatan.

Masih ada PR (pekerjaan rumah) yang belum terselesaikan, terutama soal meningkatnya jumlah angka pengangguran di usia produktif.

Berdasarkan catatan Pemerintah Kota Tangsel, hingga Juli 2019 jumlah pengangguran menyentuh angka sekitar 40,000 orang. Mirisnya, mayoritas pengangguran ini berasal dari usia produktif.

Munculnya dua nama Calon Walikota, yakni Siti Nur Azizah, putri dari K.H Maaruf Amin dan Nur Asia Uno istri dari Sandiaga Uno. Serta calon alternatif seperti, Ade Irawan yang dikenal sebagai aktivis anti korupsi, menambah kemeriahan pemilihan Walikota dan wakilnya di masa mendatang.

Kehadiran mereka memberikan secercah harapan akan masa depan Tangsel yang lebih baik pun tumbuh ditengah masyarakat.

Atas dasar itu, Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Tangerang Selatan, berharap Calon Walikota Tangerang Selatan dan Wakilnya memiliki program pengentasan pengangguran yang jitu.

Dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Minggu (4/8), Bendahara Umum GARBI Tangsel, Subkhan AS, mengingatkan agar Calon Walikota dan Wakilnya dapat menyelesaikan persoalan pengangguran di Kota Tangsel.

Menurutnya, pengentasan pengangguran adalah prioritas utama yang wajib diselesaikan, sebab jika tidak ditangani dengan baik, masalah pengangguran ini akan memicu tindakan kriminalitas di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Bukan hanya mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat Tangsel, hal ini juga akan menggangu iklim investasi yang berakibat pada pertumbuhan ekonomi di Tangsel di masa mendatang,” ucapnya.

Seperti diketahui, prospek perekonomian Pemerintah Kota Tangerang Selatan memiliki kinerja yang positif.

Dikutip dari BPS Tangsel, pertumbuhan ekonomi Tangsel sudah diangka 7,2 persen tertinggi di Indonesia dan di atas pertumbuhan ekonomi secara nasional dikisaran angka 5 persen. Sedangkan inflansi sekitar 2,8 persen. Tentu saja prospek kinerja ini mesti dijaga dengan baik.

Berdasarkan hasil pengamatannya, Subkhan AS mengatakan, ada beberapa faktor penyebab meningkatnya angka pengangguran di Kota Tangsel, antara lain, terbatasnya jumlah lapangan kerja, minimnya keahlian/skill di usia produktif atau pra kerja, serta kurangnya fasilitas penunjang kegiatan usaha kreatif bagi rakyat.

Solusi tidak hanya sekedar memberikan lapangan pekerjaan, namun kesadaran masyarakat juga mesti digugah dengan pembangunan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan masyarakatnya di masa mendatang.

Selama ini, menurutnya, Pemerintah Kota Tangsel hanya fokus kepada pembangunan fisik/infrastruktur guna memacu pertumbuhan ekonomi, sementara pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia masih jauh dari harapan.

"Padahal kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama, jika saja pemerintah Kota Tangsel mau fokus memberikan pendidikan pengembangan masyarakat serta memberikan akses dan dukungan yang kuat, maka bukan hanya masalah pengangguran yang terselesaikan, namun juga akan berbuah baik bagi pemerataan pertumbuhan ekonomi di kota Tangsel,” ujarnya.

Walaupun demikian, Subkhan AS mengapresiasi kinerja Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany danWakil Walikota Tangsel Benyamin Devnie, yang telah berhasil menjalankan roda pemerintah Kota Tangsel dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang baik.

"Prestasi yang baik, sudah seharusnya ditingkatkan dan dijaga. Jangan sampai masalah pengangguran mengganggu kinerja pertumbuhan ekonomi Tangsel. Sebab jika tidak ditangani dengan serius maka hal ini dapat memicu ledakan pengangguran di kota Tangsel,” cetusnya.

Sebab itu, siapa pun yang maju menjadi Calon Walikota Tangsel, wajib memiliki perhatian utama dalam rangka mengentaskan jumlah pengangguran di Tangsel. [ars]

from RMOLBanten.com https://ift.tt/33cy15S
via gqrds

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "GARBI Tantang Cawalkot Tangsel Atasi Angka Pengangguran Usia Produktif"

Posting Komentar