Pemkot Serang Targetkan 100 Warga Bekerja di Jepang pada 2026

SERANG – Pemerintah Kota Serang menargetkan sebanyak 100 warga dapat diberangkatkan untuk bekerja di Jepang sepanjang tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Serang dalam membuka akses kerja luar negeri sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengatakan peluang kerja di Jepang masih terbuka lebar dan menjadi salah satu fokus pengembangan ketenagakerjaan di Kota Serang.

“Pada tahun ini kami menargetkan minimal 100 warga Kota Serang dapat diberangkatkan untuk bekerja di Jepang,” ujar Agis, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, Pemkot Serang telah menjalin kerja sama dengan LPK Kokusai Jinzai Support (KJS) selama hampir empat tahun. Dengan pengalaman tersebut, Pemkot optimistis target pemberangkatan tahun ini dapat tercapai.

Direktur LPK KJS, Dita Widya Oktavia, mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jepang saat ini masih didominasi sektor pertanian, caregiver atau perawat lansia, otomotif, serta ground handling bandara. Namun, permintaan terbesar berada di sektor caregiver dan pertanian.

“Untuk dapat bekerja di Jepang, calon pekerja harus memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang minimal level empat dari lima level yang tersedia, serta sertifikat Specific Skill Worker sesuai bidang pekerjaan yang dilamar,” jelas Dita.

Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Japan Foundation.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam menyukseskan program ini, mulai dari proses rekrutmen, sosialisasi, hingga kerja sama teknis lainnya.

Dari sisi kesejahteraan, rata-rata gaji pekerja migran di Jepang mencapai sekitar Rp27 juta per bulan, tergantung sektor pekerjaan.

“Untuk caregiver biasanya di bawah angka tersebut, sementara sektor lain bisa setara atau bahkan lebih tinggi,” ujarnya.

Saat ini, pelatihan bagi calon pekerja masih dilaksanakan di Tangerang Selatan. Namun, pihak KJS tengah mengupayakan agar pelatihan dapat digelar langsung di Kota Serang pada tahun ini.

Selama empat tahun kerja sama, sekitar 40 hingga 50 warga Kota Serang telah berhasil diberangkatkan ke Jepang. Para peserta dibekali kemampuan bahasa, keterampilan teknis sesuai bidang kerja, serta pembentukan karakter dan budaya kerja Jepang melalui sistem disiplin di asrama.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani, menegaskan dukungan penuh Pemkot terhadap program penempatan tenaga kerja ke luar negeri tersebut.

“Kami juga berupaya menggandeng lembaga filantropi untuk membantu pembiayaan, mulai dari biaya pelatihan hingga pemberangkatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah perbankan terkait skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) yang tersedia di bank-bank Himbara maupun bank daerah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Baznas Kota Serang untuk kemungkinan dukungan pembiayaan.

“Skema ini pernah kami terapkan tahun lalu, salah satunya untuk membantu pembiayaan seorang anak marbot yang diberangkatkan ke Jepang melalui dukungan UPZ atau Baznas. Pola ini bisa kembali dimanfaatkan bagi warga yang memenuhi kriteria,” jelasnya.

Saat ini, Disnakertrans Kota Serang juga masih menunggu teknis dan kuota dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) yang menyiapkan program khusus bagi warga Kota Serang. Pembahasan rekrutmen direncanakan dimulai pada pertengahan bulan ini.

Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo

 

The post Pemkot Serang Targetkan 100 Warga Bekerja di Jepang pada 2026 appeared first on BantenNews.co.id -Berita Banten Hari Ini.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemkot Serang Targetkan 100 Warga Bekerja di Jepang pada 2026"

Posting Komentar